Alam dan lingkungan di Bali adalah daya tarik utama pulau ini, tidak hanya untuk pariwisata, tapi juga sebagai bagian dari kehidupan spiritual dan budaya masyarakat Bali. Berikut penjelasan lengkapnya:
🌿 1. Lanskap Alam Bali
Bali memiliki keanekaragaman lanskap yang sangat kaya:
a. Pegunungan dan Gunung Berapi
-
Gunung Agung (3.142 m): Gunung tertinggi dan paling suci di Bali, masih aktif.
-
Gunung Batur (1.717 m): Terletak di daerah Kintamani, populer untuk trekking dan pemandangan kaldera.
b. Hutan dan Taman Nasional
-
Taman Nasional Bali Barat: Habitat langka bagi Jalak Bali yang hampir punah, dan rumah bagi ekosistem hutan hujan, savana, serta terumbu karang.
-
Hutan monyet Ubud: Hutan lindung kecil yang juga menjadi tempat spiritual dan wisata.
c. Pantai dan Laut
-
Pantai selatan (Kuta, Seminyak, Jimbaran): Cocok untuk selancar dan wisata matahari terbenam.
-
Pantai timur dan utara (Amed, Lovina): Menawarkan ketenangan dan snorkeling.
-
Nusa Penida & Nusa Lembongan: Pulau kecil dengan pantai dramatis dan tebing-tebing tinggi.
💧 2. Sistem Irigasi Subak (Warisan UNESCO)
-
Subak adalah sistem pengairan tradisional yang mengatur pembagian air sawah secara adil dan spiritual.
-
Subak mencerminkan filosofi Tri Hita Karana (harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan).
-
Terasering Jatiluwih adalah contoh paling terkenal dari keindahan sistem ini.
🐢 3. Keanekaragaman Hayati
-
Bali memiliki spesies langka seperti Jalak Bali, kura-kura laut, dan karang tropis.
-
Hutan bakau di sekitar Sanur dan Nusa Dua berfungsi sebagai pelindung pantai dan ekosistem penting.
🧘 4. Hubungan Spiritual dengan Alam
-
Gunung, danau, laut, dan hutan dianggap sebagai tempat suci atau memiliki energi spiritual.
-
Banyak pura besar dibangun di tempat-tempat alami, seperti:
-
Pura Ulun Danu di Danau Beratan
-
Pura Luhur di tebing Uluwatu
-
⚠️ 5. Isu Lingkungan di Bali
Meskipun Bali kaya alam, ada tantangan besar:
a. Sampah dan Plastik
-
Pencemaran sungai dan laut akibat plastik sekali pakai.
-
Pemerintah dan masyarakat lokal mulai gencar dengan kampanye "Bali Bebas Plastik".
b. Over-Tourism
-
Kepadatan wisatawan mengakibatkan tekanan pada sumber air, transportasi, dan sampah.
-
Beberapa tempat seperti Canggu, Ubud, dan Kuta mengalami kemacetan dan kerusakan lingkungan.
c. Krisis Air
-
Penggunaan air yang berlebihan untuk hotel dan vila membuat beberapa wilayah mengalami kekurangan air, terutama di musim kemarau.
d. Pembangunan Berlebihan
-
Banyak lahan sawah berubah jadi hotel, menyebabkan degradasi ekosistem dan hilangnya sistem subak.
🌱 6. Upaya Pelestarian
-
Komunitas lokal seperti EcoBali, Bye Bye Plastic Bags, dan Sungai Watch aktif dalam edukasi dan aksi bersih-bersih.
-
Pemerintah Bali telah menerapkan larangan kantong plastik sekali pakai sejak 2019.
-
Gerakan pertanian organik dan pariwisata berkelanjutan makin berkembang, terutama di Ubud dan Sidemen.
Komentar
Posting Komentar